nada kesendirian, gemuruh kata kesunyian
Adakah aroma tanah basah (juga) mengiring sejuk di hatimu,
sayang?
Menyunggingkan lengkung manis kepadamu
kala rumput padang jingglang yang bermandi
tetes-tetes rinai hujan
mempesonakan raja pagi tuk sembunyi
mengintip hijaunya yang menggoda dari celah-celah nimbus kelabu
seperti aku,
kali ini?
Adakah ansambel dedaunan dan celetuk genting-genting
mampu menyenandungkan kegembiraan pada lara,
hatimu?
Mengajakmu menari dalam takjub kepada Dia di sana
berputar, kencang berputar, menjelma darwis-darwis
dalam gaun basah terbasuh gerimis
yang memberi sentrifugal pada segala keluh kesah dan tangis
seperti yang kurasa,
kali ini?
Seduh saja secangkir hangat yang coklat
untuk mendekap erat jiwamu, nafas-nafasmu
yang berembun sedu biru
hingga kita akan mampu melalui pagi abu-abu
teriring alam yang bersuka cita memuji-Nya
La tahzan, sayang