nada kesendirian, gemuruh kata kesunyian
Apakah yang lebih buruk darinya?
Ketika rohmu menyinggung tenggorok
dan pesan hidupmu belum jua tersampaikan
namun kau ambruk, mengejang kaku
lantas mati
Laksana terlepaskan sumbat botol jantungmu
hingga jin yang terperangkap di sana
kembali dalam kembara
dan takkan pernah kau dapatkan tiga permintaanmu
Maka meronta-ronta, ruhmu meronta-meronta
Kembali, sungguh ingin kembali
Namun telah dibujurkan tubuhmu dalam putih aroma kasturi,
orang-orang berjajar rapi, dengan gamis dan peci
bergumam-gumam, dalam jamaah
dan kau dibopong pada tempat yang tak ingin kau jamah
Ditinggalkan
Lantas keranda kosong pun dijunjung tinggi
dan mulai terdengar bisikan-bisikan pertanyaan
siapa dia, kebaikan apa,
kebaikan apa dari hidupnya
Ruhmu ingin membalas lantang
Namun yang terdengar
hanyalah simfoni hitam culas hatimu
pada gendang-gendang telinga mereka
Keburukan-keburukan
Kelegaan-kelegaan
Maka menangislah sekarang
sebelum sesalmu hanya terdengar
dalam gema gelap sempitnya ruang