Pagi ini, aku merender vexel-vexelmu
Entah untuk kali keberapa

Berharap mampu membentuk senyum itu
dalam ruang-ruang vektor kaku

Lantas mengguratkan binar cahaya matamu
dalam tarikan-tarikan pena palsu

Sedikit saja lengkung tak sama, kumusnahkan
Berbeda titik-titik warna, maka kuhancurkan

Puluhan helaan nafas dan tangan yang meronta
Tak ujung membuatnya serupa

Aku letih
frustasi

Duhai dinda, sungguh elokmu
takkan pernah kumampu menuangnya dalam kanvas

Maka ijinkan kubiarkan rasa itu
kembali memenuhi bilik-bilik rindu

Karena aku, jatuh cinta padamu
Entah untuk kali keberapa