nada kesendirian, gemuruh kata kesunyian
Jantung itu hebat ya
Semula hanya sel, lantas berhimpun
Dan setelah detak menghentak,
takkan pernah dia berhenti, puluhan tahun
Meski indah surga bawah sadarmu
takkan membuainya dalam surut lelap
Dia kan selalu bekerja, dan bekerja
seperti berkata, “Hei! Bangun, mamalia!”
Dan di sini,
terjaga aku dalam malam,
bertanya-tanya,
Kapan engkau berhenti terjaga,
untuk bersama kita didera, disiksa
hingga Mahsyar tiba?