nada kesendirian, gemuruh kata kesunyian
Engkau berbelok, namun sedikit terlambat menengok
BRAAK!
Tiga puluh lima ribu melayang untuk juraganmu dan maaf
Hanya itu
Gusti masih menyayangiku Itu yang kupikirkan Tak peduli sumpah serapahmu
Older Entry →
← Newer Entry