nada kesendirian, gemuruh kata kesunyian
Lelah
setiap kali aku melukiskan senyum itu
dalam setiap inchi tembok, pojok,
ruang dalam hati,
hanya sedikit balas yang sungguh berarti
dan sejumlah besar pertanyaan-pertanyaan
berlarian dalam benak, tak pernah henti
Apakah untukku, senyum itu ada?
Ragu
ketika nanti kita berjalan melampaui
semua garis-garis batas ini,
mungkin senyum-senyum itu
takkan tersungging hangat mengiringku,
mungkin engkau nanti telah lelah
namun cukup kuat, untuk berlari, seorang diri
Tahukah engkau,
bahwa dalam setiap kesendirian ini
kucoba himpun kekuatan-kekuatan
hingga akhirnya aku mampu berdiri
dan menanggung rasa ini
yang sebegitu besar kepadamu?
Jikapun engkau tahu,
setidaknya, berilah aku isyarat
tuk hentikan pertanyaan ini
dan membuka simpul-simpul yang terikat,
yang mengikatmu pada masa lalu
dan yang mengikatku pada keraguan-keraguan
(sebagian untuk seorang teman dan sebagian besar untukmu,
tu me manques, ćherie)