nada kesendirian, gemuruh kata kesunyian
Satu kata saja
Kutunggu, selalu kutunggu
terucap dari bibirmu
Ketika udara membawanya
ke dalam rongga-rongga jiwa,
dia pun menjelma makna
terindah dalam semua bahasa
Satu kata saja
Kurindu, selalu kurindu
keluar dari mulutmu
Ketika dia tercipta
terenggutlah manis puisi-puisi
seolah semua untaian kata
adalah sepahit bratawali
Satu kata saja
Kutunggu, selalu kutunggu
terucap dari bibirmu
Sejak malam itu, aku bertanya,
“Apakah engkau bersedia?”