nada kesendirian, gemuruh kata kesunyian
Maafkan
Maafkan
Perasaan ini
terduakan
Mungkin aku tidak sungguh
menginginkan laramu
hinggap berpijak pada pundakku
Gula-gula kata-kata
yang menemanimu dalam gulana
Mungkin hanya pemanis
kepada hasrat untuk memiliki
Dan sewajarnya aku ciut, kecut
Karena mungkin,
manis yang juga kukecap selama ini
kan hilang berganti rasa