nada kesendirian, gemuruh kata kesunyian
Aku takkan mencintai-Mu dengan sederhana
layaknya kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku takkan mencintai-Mu dengan sederhana
layaknya isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Aku ingin mencintai-Mu dengan luar biasa
dalam tiap siang-Mu
menghambakan enam indra untuk-Mu
dalam tiap malam-Mu
bercengkerama tentang kisahku
walaupun Kau lebih tahu
(gubahan dari “Aku Ingin”, Sapardi Djoko Damono)