Di balik kaca yang retak
permadani hijau terbias kotak-kotak
menyeru pesan damai
pada semesta pagi yang permai

Menembus celah kaca yang sigar
semangat kampung-kampung yang tegar
Nafas keceriaan yang bersahaja
denyut hidup pinggiran rel kereta

Pun pada kaca yang kini kusam
terbayang potret yang buram
manusia-manusia berjiwa kerdil
pelempar batu, pengecut nan usil

Dan di balik kaca yang disergap embun
kulihat persilangan-persilangan kepentingan
Ada yang menang dan mengalahkan
Pun ada yang kalah dan menangguhkan

Ah, usah gelisah
sungguh arus jaman takkan pernah cukup
kurangkum pada kertas kecil
dalam kompartemen mungil

Pun sebentar lagi,
rinduku kan terbayar di kampung halaman