April 2011
1 post
Retaknya Kaca Kami
Di balik kaca yang retak permadani hijau terbias kotak-kotak menyeru pesan damai pada semesta pagi yang permai
Menembus celah kaca yang sigar semangat kampung-kampung yang tegar Nafas keceriaan yang bersahaja denyut hidup pinggiran rel kereta
Pun pada kaca yang kini kusam terbayang potret yang buram manusia-manusia berjiwa kerdil pelempar batu, pengecut nan usil
Dan di balik kaca yang disergap...
November 2009
1 post
Kumbalageni
Kemarilah untuk kusentuh hingga terserak debu-debu terbawa pilu bayu
Cukup kau mengusikku
Maka musnah
Hilang dan tak perlu kembali pulang
October 2009
1 post
October Rain
Ada apa dengan sore dan rintik Tiap kali ada untuk bersua rindu mewujud dua jiwa menyusun dirinya larik demi larik
Ada apa dengan aku hingga harus membuatmu menanti untuk lantas mengenangku dalam wajah hujan sore hari
Ah, sepi sungguh
August 2009
1 post
Fairy
Mungkin, dahulu lekat namamu Nawangwulan sebelum awan-awan beriring berarakan hingga menutup jalanmu ke langit kembali ke bulan peraduan
Mungkin, dahulu engkau peri atau bidadari dengan segala gemericik gemintang berpendar perlahan lantas larut dalam jejak ringan nan lembut langkah dan sentuhan jemari
Mungkin, sejatinya tiada kepantasan bagiku mereguk segala kemewahan rasa dan kasih...
July 2009
1 post
Ciwidey
Bukan hening yang kucari di putih hamparan ini Bukan pula bening yang beriak pada biru gradasi dan terpanggang hangat mentari
Kataku, pada segala yang mengerubung
Di tepian tanah kapur dudukku Semilir sepoi segera bersenandung cerita tentang daun-daun gugur di peluk pohon sembilu pilu tentang pudar warna semesta, cinta, bumi, dan manusia
Desir-desirnya bergema menggulung angan-angan dan...
June 2009
1 post
Musim Semu
Meski angin takluk pada mentari hingga turut menderu dalam palsu menghembus hangat-hangat yang semu tentang peralihan yang segera akan kau jelang
Meski ribuan manusia pulau khatulistiwa turut jejak angin, bergempita mengusung janji palsu di kotak penuh warna tentang perubahan yang takkan lama lagi kan kau cumbu
Aku, dan hujan, untukmu akan selalu setia memberi pelangi yang sejati
Menggurat...
May 2009
3 posts
Agoni
Kembali dipentaskan opera rintih malam ini
di sisi ruang batin yang mendadak sunyi
setelah dunia terbuai oleh
gelak gelok nan gaduh
Layar-layar dibuka dengan panggung syahdu
Boneka-boneka bertali,
hembus dingin angin ratri,
memulai lakon teriring gemuruh hati dan hujan
“Ah, salahkah
hatiku
yang merasa nyaman
oleh kepastian-kepastian
impian-impian
yang tergurat pada dirimu,...
Mau
Tidak ada yang mau denganku
Hanya kamu yang mau
Pun aku, hanya mau denganmu
Meski,
kamu juga hanya mau denganku,
tetapi mereka mau denganmu
Mereka mereka mereka
mau mau mau
Aku merinding
Aku mau hanya kamu
dan
aku mau kamu mau hanya aku
Mau? Mau? Mau?
Jumawa
Di batang lehermu kulihat lubang
dua centi menganga
sedikit menembus tenggorok
memberi merah
pada putih kuning yang lembut
Letih sembilu pilu di awal hari
kudengar dari desah erangmu,
terpancar dari matamu yang tipis segaris
terkatup sebelah
tersayat merah oleh perih darah
Pagi ini, kau ajak serta sisa bara yudha
lantas kau sapaku dalam murung
yang melantakkan sepi ruang rindu yang...
March 2009
1 post
Boulevard
Tiba-tiba saja aku teringat,
kala dulu aku menapak jalan itu
Hari cerah,
dan raksasa-raksasa hijau tinggi kanan kiriku
bergiliran menyapa riuh renyah
Selamat datang, pejuang muda
Aku hanya tersenyum kaku
Di sana, tak jauh dari pijakku, terbentang
spanduk biru berbalut arogansi
Selamat datang putra putri terbaik bangsa
Duhai Bapak, Ibu,
putramu telah sampai di sini
putramu akan...
February 2009
6 posts
Jaladasuli
Siang
Anila kembali menyulam awan-awan yang berarak
di langit bumi yang tenang
Beburungan yang terbang dalam ve
riuh gaduh bersorak setelah berak
pada pucuk-pucuk pohon perak
dan Anila masih saja khusyuk
Gludhuk, tak tahan tak gemeretuk
menunggu dengan omel tak sabar di barat daya
rajutanmu tak cukup kelabu, katanya
Anila memburu, semakin dibuat sibuk
Katak di selokan...
Sajak Sejuk
Adakah aroma tanah basah (juga) mengiring sejuk di hatimu,
sayang?
Menyunggingkan lengkung manis kepadamu
kala rumput padang jingglang yang bermandi
tetes-tetes rinai hujan
mempesonakan raja pagi tuk sembunyi
mengintip hijaunya yang menggoda dari celah-celah nimbus kelabu
seperti aku,
kali ini?
Adakah ansambel dedaunan dan celetuk genting-genting
mampu menyenandungkan kegembiraan...
Gemintang
Bukankah kalian bintang gemintang
tercipta sebagai teman kelam sukma malam?
Bukankah gugusan kerlipmu adalah sinar basuh perih
jelmaan kedip binar netra kekasih?
Apakah tuntas tugasmu wahai punakawan,
yang bukan empat namun milyaran
pungggawa-punggawa, abdi-abdi, penghibur-penghibur
kerajaan-kerajaan padang hati rindu?
Karena aku masih di sini, termangu kelu beku
memandang semburat...
.. .-.. ..-
Ek het jou lief
Ana baħibbik
Ti voi
Wǒ ài nǐ
Miluji tě
Ik hou van je
Ick heb di leev
Je t’aime
Ich liebe Dich
Sas aghapó
Ani Ohev Otach
Maiṅ tumhaiṅ bahut cāhatī hūṅ
Gráím thú
Ti amo
Aishiteru yo
Sarang hae
Te amo
Bi shimbe hairambi
Ic lufie þe
Dūset dāram
Eu tenho carinho por você
Ja teb’a l’ubl’u
Ninakupenda
Phom rak khun
.. .-.. ..-...
Moksa
Apakah aku pemimpi nan silap jika terlalu mengharap manis adalah segalanya?
Tak ingin kecut datang terkecap, terlebih getir dan pahit Meski kita tahu, takkan ia manis selamanya
Pun aku telah mencoba memahami Apapun rasa merupakan awal yang manis kepada segalanya
Namun, ah, ijinkanlah aku sungguh ingin menjaga manis rasa ini untukmu
Tak berharap ia kan moksa lantas mati rasa
(...
Mati dan Tak Terdengar
Apakah yang lebih buruk darinya?
Ketika rohmu menyinggung tenggorok
dan pesan hidupmu belum jua tersampaikan
namun kau ambruk, mengejang kaku
lantas mati
Laksana terlepaskan sumbat botol jantungmu
hingga jin yang terperangkap di sana
kembali dalam kembara
dan takkan pernah kau dapatkan tiga permintaanmu
Maka meronta-ronta, ruhmu meronta-meronta
Kembali, sungguh ingin kembali
Namun...
January 2009
11 posts
Suwung
Kurung aku dalam gua suwung
hingga negeri ini serasa tanpa riuh raung
genderang perang
serta denting girang lokananta
Sejenak tinggalkan aku,
biarkan kawanku hanya mentari
sorot-sorotnya yang hangat, yang terpasung
oleh celah-celah batu-batu
Harapku hirupan dan helaan udara-udara tipis nanti
kian memacu merahnya darah
mencari jalan dan memberi senyawa pada
gelombang-gelombang...
Vexel
Pagi ini, aku merender vexel-vexelmu
Entah untuk kali keberapa
Berharap mampu membentuk senyum itu
dalam ruang-ruang vektor kaku
Lantas mengguratkan binar cahaya matamu
dalam tarikan-tarikan pena palsu
Sedikit saja lengkung tak sama, kumusnahkan
Berbeda titik-titik warna, maka kuhancurkan
Puluhan helaan nafas dan tangan yang meronta
Tak ujung membuatnya serupa
Aku letih
frustasi
...
Lakon
Kematian itu bukan yang paling titik
Dia masih koma, masih ada frasa-frasa,
kalimat-kalimat, pilihan-pilihan,
lantas tanda tanya
Jeda
Riak
Kukenal betul harmoni itu
kala kau perdengarkan dengan lembutmu
Tak ubahnya tetes-tetes embun
yang memberi riak pada telaga sunyi
Mengusik, namun mempersembahkan nafas
untuk jiwa-jiwa tanpa daya
Seperti gelombang-gelombang berinterferensi
yang menguatkan sekaligus melemahkan
berganti-gantian
Seperti hujan dan refraksinya
yang mengusik senja tenangmu
lantas melahirkan keindahan...
Drama Empat Adegan
Satu
Seorang wanita, mengirimkan pesan rindu
Malam belum larut, namun sore telah surut
Sedangkan urusan-urusan, tak rela hanya ditumpuk
Maka dikirimkanlah rindu itu empat-ratusan mil jauhnya,
seperti biasa, dan dia menunggu, sungguh sibuk
Dua
Seorang lelaki, pagi yang menggigil
mengajaknya terjaga lebih dini, untuk minggat
Dering yang mengelus kantong celananya,
memberitahu, rindu...
Sajak Entung
Di kelor ini aku adalah entung
Pada rumah daun ini aku bergelayutan,
dengan tetes-tetes embun aku berkawan
Kadang angin-angin yang semilir
datang menengokku,
Hanya sekedar menggesek dedaunan
dan seringkali mengabarkan berita cuaca
Membawa oleh-oleh impian-impian
tentang musim berganti
Pun aku dapat teramat benci pada angin-angin itu,
kala mereka hanya membawa dingin
dan topan badai...
Jantung
Jantung itu hebat ya
Semula hanya sel, lantas berhimpun
Dan setelah detak menghentak,
takkan pernah dia berhenti, puluhan tahun
Meski indah surga bawah sadarmu
takkan membuainya dalam surut lelap
Dia kan selalu bekerja, dan bekerja
seperti berkata, “Hei! Bangun, mamalia!”
Dan di sini,
terjaga aku dalam malam,
bertanya-tanya,
Kapan engkau berhenti terjaga,
untuk bersama...
Janji
Dalam kemahatidaktahuanku
Aku selalu percaya pada jalan-Mu
Pada setiap lurus yang Kau gariskan
Pada setiap lengkung yang Kau goreskan
Pada setiap patahan-patahan
Pada setiap sambungan-sambungan
Pada setiap benturan-benturan
Pada setiap belaian-belaian
Aku selalu pecaya janji-Mu
Bumi dan langit-Mu,
Surga dan neraka-Mu,
Kuasa-Mu, kemahatahuan-Mu
Maka lindungilah kami
juga...
Bajingan
Aku mengutukmu!
Sungguh, aku, kami mengutukmu!
Bajingan!
Engkau akan dimusnahkan di akhir jaman
Tunggang-langgang
Terkencing-kencing
Dijadikan bulan-bulanan
Seperti babi dijadikan buruan!
Ugal-ugalan
Engkau berbelok,
namun sedikit terlambat menengok
BRAAK!
Tiga puluh lima ribu
melayang untuk juraganmu
dan maaf
Hanya itu
Gusti masih menyayangiku
Itu yang kupikirkan
Tak peduli sumpah serapahmu
Dokodemo
Doraemon,
tolong,
pinjamkan padaku
Pintu canggihmu
Bukankah mudah baginya
membawaku
ke mana saja?
Nobita pernah bercerita
Tolong,
pinjamkan padaku
berapapun kue-kue itu engkau minta,
Aku hanya ingin bertamu
ke dalam hatinya
Sejenak sekedar menengok
apakah rinduku, sungguh berlabuh di sana
Tak akan lama
dan tolong,
berhentilah tertawa
aku, tidak sedang bercanda
December 2008
5 posts
Singgasana
Bulan ratu bersembunyi lagi hari ini
Hanya guratan-guratan putih yang dikuaskan awan
yang membebaskan malam dari kelam,
gelap, dan muramnya
Mungkin deru nafas-nafas itu,
yang bergulung-gulung dari gunung yang mengurung,
terlalu mengerdilkan para penguasa langit,
memasung para abdinya dalam kolong-kolong sempit
Atau mungkinkah kedip cahaya-cahaya bumi
terlalu menyilaukan untuk mereka?...
Detak
Tik tak tik tak
tik tak tik tak
tik tak tik tak
tik tak tik tak
Apakah engkau mendengarnya,
detak-detak itu?
Entah dengan alasan apa,
ia gigih, menghalangi kesunyian
menemukan jalannya
Tik tak tik tak
tik tak tik tak
tik tak tik tak
Mungkin nanti, ketika lelah dan lelap
menuntun suara perlahan mengedap,
detak itu kan lantang berlagu dan bercerita
tentang hari-hari,...
Puja
Wahai pemilik siang dan malam
Wahai penguasa kerajaan semesta alam
Terlalu banyak puja terlimpah
untuk selain-Mu
Kekafiran kami, kemunafikan ini,
telah menjelma teman
yang mengiringi tapak-tapak
perjalanan
Wahai pemilik kehidupan
Wahai nur keindahan
Terlalu banyak perbuatan
yang menistakan-Mu
Kami terlalu lemah
Kami terlalu ciut, pengecut
untuk membela-Mu
untuk menegakkan...
Kemprut
Terperosok ku dalam kubangan nista
yang sama,
yang tak pernah kutahu
dalamnya
Setiap kali kucari matahari,
dia menganga
menelan kembali, mencengkeram,
membenamkanku makin dalam
Geram
Aku tahu, aku selalu tahu dia berhingga
dan aku tahu, tanpa sayap apapun
aku bisa terbang, aku dapat melompat,
lepas, keluar dari tipu dayanya
Entahlah
Hingga kini, masih saja
terperosok ku dalam...
Ragu (bagian 2)
Lelah
setiap kali aku melukiskan senyum itu
dalam setiap inchi tembok, pojok,
ruang dalam hati,
hanya sedikit balas yang sungguh berarti
dan sejumlah besar pertanyaan-pertanyaan
berlarian dalam benak, tak pernah henti
Apakah untukku, senyum itu ada?
Ragu
ketika nanti kita berjalan melampaui
semua garis-garis batas ini,
mungkin senyum-senyum itu
takkan tersungging hangat mengiringku,...
November 2008
12 posts
Teka-teki
uflb uflj joj ubl nfncvuvilbonv vouvl nfnfdbilboozb
lbsfob fohlbv ubiv blv kbuvi djoub qbebnv ebsj evmv
uboqb uflb uflj
(i love riddles and i gave you one)
Sederhana
Itulah yang aku suka darimu, cukuplah dua kata, dan semesta, berganti warna
Sederhana, seperti bait-bait kerinduan ini
(sama nduk, aku juga)
Lagu Kelabu
Sore, kelabu yang bergelayut rindu pada awan mendendangkan lagu, tentang hujan, tentang bias rintiknya yang tak lagi serupa lengkung indah tujuh warna
Diamlah sejenak, bisikku pada jingga Coba dengarkan dia sebelum engkau meninggalkannya
Lagu rindu persembahan kelabu
…
merdu
…
Meski sesekali terselip gerutu tidaklah menjadi berkurang sendu dan syahdu itu
Dan haru yang...
Membela Merah
Mengapa harus hitam? Bukankah merah adalah ketidakabadian yang indah?
Hitam terlalu bias, kataku Bukankah sesungguhnya dia tidak ada? Hitam dunia itu palsu
Mereka hanya berkata hitam untuk kelabu gelap nan pekat dan juga keburukan-keburukan
Namun merah, merah itulah ada Tidaklah dia terlalu angkuh untuk menyerap segala cahaya
Merah juga lemah hingga tak terlalu menyakitkan Namun...
Menunggu satu kata
Satu kata saja
Kutunggu, selalu kutunggu terucap dari bibirmu
Ketika udara membawanya ke dalam rongga-rongga jiwa, dia pun menjelma makna terindah dalam semua bahasa
Satu kata saja
Kurindu, selalu kurindu keluar dari mulutmu
Ketika dia tercipta terenggutlah manis puisi-puisi seolah semua untaian kata adalah sepahit bratawali
Satu kata saja
Kutunggu, selalu kutunggu terucap dari...
Untuk menyapaku
Tidurlah malam ini Biarkan saja langit nan muram sendu berlama-lama dalam tangisnya Katupkan sejenak duniamu hingga dia berhenti menyeretmu kembali dalam segala kepenatannya
Tidurlah malam ini Eratkan selimut dan bisikkan doa Dia yang bersemayam di atas ‘Arsy akan menutupkan malam-Nya untukmu, hingga esok, pagi kan datang berseri-seri Semoga, untuk kita
Tidurlah, Putriku Tak...
Sinusoidal
Naik turun Ada lantas sirna
Heran,
riak ini menderau, entah dari mana
Mencoba membaur dalam suara-suara yang bergaung-gaung pada dinding-dinding,
hati
Dalam suatu masa dia mencoba ingkar akan keberadaannya
Dan sekejap satu dua tiga dia menyeru dengan tergesa-gesa
Sinusoidal, si pakar berkelakar
Aah,
aku rada terlena ketika tiba-tiba harmonisasi baru tercipta
Apakah...
Seribu
Setengah hati itu berapa kilo?
Rupamu!
Dia mengumpat
Sesungguhnya aku hanya bertanya berapa besar kesungguhanmu itu
Jika setengah hatimu itu sebesar bumi dan langit, Jika setengah hatimu kau ijol duit lantas menjadi bermilyar-milyar mangkuk es cendol dan dapat menyenangkan mereka yang ikut pailit, gara-gara amerika pelit itu pailit,
Maka kukira sudah cukuplah, setengah hatimu kuwi
...
Aku
rukma itu permata, kata ayahku pada suatu senja
terdiam sebentar, lantas dilanjutkannya
sedangkan wira, adalah pahlawan, pejuang, perwira
dan pratista, kau tahu artinya? dialah lurus, kukuh, kebenaran
engkaulah, engkaulah permata hati kami, anakku berjuanglah untuk kebenaran, berdirilah dengan kukuh selalu
ayah tersenyum dan beranjak pergi
hari itu aku mulai belajar sesuatu, tentang diriku,...
Daun
Daun itu melindungi, kataku
Menghalau sengit sengat sang siang Menepis perih rintik sedih langit
Sebelum gugur menyapa, dia kan selalu melindungimu
Motif Kecut
Maafkan
Maafkan
Perasaan ini terduakan
Mungkin aku tidak sungguh menginginkan laramu hinggap berpijak pada pundakku
Gula-gula kata-kata yang menemanimu dalam gulana
Mungkin hanya pemanis kepada hasrat untuk memiliki
Dan sewajarnya aku ciut, kecut
Karena mungkin, manis yang juga kukecap selama ini kan hilang berganti rasa
Ratu Malam Mati
Aku mencarimu di langit timur kala manusia mulai terlelap
Kau tidak ada
Aku mencarimu di langit barat kala mentari mulai terjaga
Kau masih tidak ada
Engkau meninggalkanku Dia pun tak mempedulikanku
Haruskah aku berteman dengan kesendirian selalu
October 2008
2 posts
Mengertimu
Ijinkan aku, mengertimu Mengintip sejenak jiwa mendengarkan seksama cerita hatimu
Tentang mimpi diriku, cinta, kegalauanmu ikan, laut, kucing atau apa sajalah sesukamu, terserah
Empat telinga dan tiga mata untukmu, bila kau butuh Menangis, bernyanyilah Lemparkan saja semua rasa semua keluh sebesar yang kau bisa
Di sini, di sini aku kan setia mencerna setiap muntahan kata membaca...
Kembara Santolo
Seratus lima puluh kilometer kutempuh gunung tinggi berkelok kulalui Aku mencari jawaban di santolo
Aku melihat ribuan hektar sawah hijau dibangun dalam ketinggian yang menyeramkan membiarkanku terkurung dalam kekaguman
Aku melihat sosok-sosok kecil dalam balutan putih biru berlarian menyongsong harapannya dengan senyuman tulus, mengajakku turut serta
Aku melihat hamparan hijau teh dari puncak...
September 2008
4 posts
Ragu
Lelah andaikan aku tahu mungkin kan ku urungkan kembaraku
Tak tahu kuasa bukanlah padaku sesuatu, menarikku maju
Tak ada peta Tak ada marka Tak ada siapa-siapa
Ragu entah mengapa entah kemana entah bagaimana
Setidaknya, berilah aku kunci tuk akhiri perjalanan ini dan membuka gerbang hati
Subuh Tadi
dan keheningan subuh, turut menggurat imaji dirimu, dalam hangat semburat cahaya pagi
kehangatanmu yang menyeluruh membungkus dari jauh, memeluk sisa-sisa serpihan mimpi, lantas mendorongnya berarak pergi
raga ini pun terduduk, tersentuh mencoba meraba jiwanya yang luruh, yang hanyut, dalam buai kasih yang penuh
engkau membawaku kembali dalam utuh
dan tak jua lama, segaris mata telah...
si A dan si C
Ack! Ada yang salah dengan hati ini, dia mengingkari kebenarannya sendiri
Bersumpah A walau dia C
dan bacalah A, untuk Apati lalu C, terjemahkan sendiri
Tidak dengan sederhana
Aku takkan mencintai-Mu dengan sederhana layaknya kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku takkan mencintai-Mu dengan sederhana layaknya isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Aku ingin mencintai-Mu dengan luar biasa dalam tiap siang-Mu menghambakan enam indra untuk-Mu dalam tiap malam-Mu bercengkerama tentang...