April 2011
1 post
Retaknya Kaca Kami
Di balik kaca yang retak permadani hijau terbias kotak-kotak menyeru pesan damai pada semesta pagi yang permai Menembus celah kaca yang sigar semangat kampung-kampung yang tegar Nafas keceriaan yang bersahaja denyut hidup pinggiran rel kereta Pun pada kaca yang kini kusam terbayang potret yang buram manusia-manusia berjiwa kerdil pelempar batu, pengecut nan usil Dan di balik kaca yang disergap...
Apr 12th
November 2009
1 post
Kumbalageni
Kemarilah untuk kusentuh hingga terserak debu-debu terbawa pilu bayu Cukup kau mengusikku Maka musnah Hilang dan tak perlu kembali pulang
Nov 27th
October 2009
1 post
October Rain
Ada apa dengan sore dan rintik Tiap kali ada untuk bersua rindu mewujud dua jiwa menyusun dirinya larik demi larik Ada apa dengan aku hingga harus membuatmu menanti untuk lantas mengenangku dalam wajah hujan sore hari Ah, sepi sungguh
Oct 27th
August 2009
1 post
Fairy
Mungkin, dahulu lekat namamu Nawangwulan sebelum awan-awan beriring berarakan hingga menutup jalanmu ke langit kembali ke bulan peraduan Mungkin, dahulu engkau peri atau bidadari dengan segala gemericik gemintang berpendar perlahan lantas larut dalam jejak ringan nan lembut langkah dan sentuhan jemari Mungkin, sejatinya tiada kepantasan bagiku mereguk segala kemewahan rasa dan kasih...
Aug 3rd
July 2009
1 post
Ciwidey
Bukan hening yang kucari di putih hamparan ini Bukan pula bening yang beriak pada biru gradasi dan terpanggang hangat mentari Kataku, pada segala yang mengerubung Di tepian tanah kapur dudukku Semilir sepoi segera bersenandung cerita tentang daun-daun gugur di peluk pohon sembilu pilu tentang pudar warna semesta, cinta, bumi, dan manusia Desir-desirnya bergema menggulung angan-angan dan...
Jul 9th
June 2009
1 post
Musim Semu
Meski angin takluk pada mentari hingga turut menderu dalam palsu menghembus hangat-hangat yang semu tentang peralihan yang segera akan kau jelang Meski ribuan manusia pulau khatulistiwa turut jejak angin, bergempita mengusung janji palsu di kotak penuh warna tentang perubahan yang takkan lama lagi kan kau cumbu Aku, dan hujan, untukmu akan selalu setia memberi pelangi yang sejati Menggurat...
Jun 23rd
May 2009
3 posts
Agoni
Kembali dipentaskan opera rintih malam ini di sisi ruang batin yang mendadak sunyi setelah dunia terbuai oleh gelak gelok nan gaduh Layar-layar dibuka dengan panggung syahdu Boneka-boneka bertali, hembus dingin angin ratri, memulai lakon teriring gemuruh hati dan hujan “Ah, salahkah hatiku yang merasa nyaman oleh kepastian-kepastian impian-impian yang tergurat pada dirimu,...
May 10th
Mau
Tidak ada yang mau denganku Hanya kamu yang mau Pun aku, hanya mau denganmu Meski, kamu juga hanya mau denganku, tetapi mereka mau denganmu Mereka mereka mereka mau mau mau Aku merinding Aku mau hanya kamu dan aku mau kamu mau hanya aku Mau? Mau? Mau?
May 4th
Jumawa
Di batang lehermu kulihat lubang dua centi menganga sedikit menembus tenggorok memberi merah pada putih kuning yang lembut Letih sembilu pilu di awal hari kudengar dari desah erangmu, terpancar dari matamu yang tipis segaris terkatup sebelah tersayat merah oleh perih darah Pagi ini, kau ajak serta sisa bara yudha lantas kau sapaku dalam murung yang melantakkan sepi ruang rindu yang...
May 3rd
March 2009
1 post
Boulevard
Tiba-tiba saja aku teringat, kala dulu aku menapak jalan itu Hari cerah, dan raksasa-raksasa hijau tinggi kanan kiriku bergiliran menyapa riuh renyah Selamat datang, pejuang muda Aku hanya tersenyum kaku Di sana, tak jauh dari pijakku, terbentang spanduk biru berbalut arogansi Selamat datang putra putri terbaik bangsa Duhai Bapak, Ibu, putramu telah sampai di sini putramu akan...
Mar 18th
February 2009
6 posts
Jaladasuli
Siang Anila kembali menyulam awan-awan yang berarak di langit bumi yang tenang Beburungan yang terbang dalam ve riuh gaduh bersorak setelah berak pada pucuk-pucuk pohon perak dan Anila masih saja khusyuk Gludhuk, tak tahan tak gemeretuk menunggu dengan omel tak sabar di barat daya rajutanmu tak cukup kelabu, katanya Anila memburu, semakin dibuat sibuk Katak di selokan...
Feb 16th
Sajak Sejuk
Adakah aroma tanah basah (juga) mengiring sejuk di hatimu, sayang? Menyunggingkan lengkung manis kepadamu kala rumput padang jingglang yang bermandi tetes-tetes rinai hujan mempesonakan raja pagi tuk sembunyi mengintip hijaunya yang menggoda dari celah-celah nimbus kelabu seperti aku, kali ini? Adakah ansambel dedaunan dan celetuk genting-genting mampu menyenandungkan kegembiraan...
Feb 14th
Gemintang
Bukankah kalian bintang gemintang tercipta sebagai teman kelam sukma malam? Bukankah gugusan kerlipmu adalah sinar basuh perih jelmaan kedip binar netra kekasih? Apakah tuntas tugasmu wahai punakawan, yang bukan empat namun milyaran pungggawa-punggawa, abdi-abdi, penghibur-penghibur kerajaan-kerajaan padang hati rindu? Karena aku masih di sini, termangu kelu beku memandang semburat...
Feb 10th
.. .-.. ..-
Ek het jou lief Ana baħibbik Ti voi Wǒ ài nǐ Miluji tě Ik hou van je Ick heb di leev Je t’aime Ich liebe Dich Sas aghapó Ani Ohev Otach Maiṅ tumhaiṅ bahut cāhatī hūṅ Gráím thú Ti amo Aishiteru yo Sarang hae Te amo Bi shimbe hairambi Ic lufie þe Dūset dāram Eu tenho carinho por você Ja teb’a l’ubl’u Ninakupenda Phom rak khun .. .-.. ..-...
Feb 8th
Moksa
Apakah aku pemimpi nan silap jika terlalu mengharap manis adalah segalanya? Tak ingin kecut datang terkecap, terlebih getir dan pahit Meski kita tahu, takkan ia manis selamanya Pun aku telah mencoba memahami Apapun rasa merupakan awal yang manis kepada segalanya Namun, ah, ijinkanlah aku sungguh ingin menjaga manis rasa ini untukmu Tak berharap ia kan moksa lantas mati rasa (...
Feb 6th
Mati dan Tak Terdengar
Apakah yang lebih buruk darinya? Ketika rohmu menyinggung tenggorok dan pesan hidupmu belum jua tersampaikan namun kau ambruk, mengejang kaku lantas mati Laksana terlepaskan sumbat botol jantungmu hingga jin yang terperangkap di sana kembali dalam kembara dan takkan pernah kau dapatkan tiga permintaanmu Maka meronta-ronta, ruhmu meronta-meronta Kembali, sungguh ingin kembali Namun...
Feb 3rd
January 2009
11 posts
Suwung
Kurung aku dalam gua suwung hingga negeri ini serasa tanpa riuh raung genderang perang serta denting girang lokananta Sejenak tinggalkan aku, biarkan kawanku hanya mentari sorot-sorotnya yang hangat, yang terpasung oleh celah-celah batu-batu Harapku hirupan dan helaan udara-udara tipis nanti kian memacu merahnya darah mencari jalan dan memberi senyawa pada gelombang-gelombang...
Jan 30th
Vexel
Pagi ini, aku merender vexel-vexelmu Entah untuk kali keberapa Berharap mampu membentuk senyum itu dalam ruang-ruang vektor kaku Lantas mengguratkan binar cahaya matamu dalam tarikan-tarikan pena palsu Sedikit saja lengkung tak sama, kumusnahkan Berbeda titik-titik warna, maka kuhancurkan Puluhan helaan nafas dan tangan yang meronta Tak ujung membuatnya serupa Aku letih frustasi ...
Jan 28th
Lakon
Kematian itu bukan yang paling titik Dia masih koma, masih ada frasa-frasa, kalimat-kalimat, pilihan-pilihan, lantas tanda tanya Jeda
Jan 19th
Riak
Kukenal betul harmoni itu kala kau perdengarkan dengan lembutmu Tak ubahnya tetes-tetes embun yang memberi riak pada telaga sunyi Mengusik, namun mempersembahkan nafas untuk jiwa-jiwa tanpa daya Seperti gelombang-gelombang berinterferensi yang menguatkan sekaligus melemahkan berganti-gantian Seperti hujan dan refraksinya yang mengusik senja tenangmu lantas melahirkan keindahan...
Jan 15th
Drama Empat Adegan
Satu Seorang wanita, mengirimkan pesan rindu Malam belum larut, namun sore telah surut Sedangkan urusan-urusan, tak rela hanya ditumpuk Maka dikirimkanlah rindu itu empat-ratusan mil jauhnya, seperti biasa, dan dia menunggu, sungguh sibuk Dua Seorang lelaki, pagi yang menggigil mengajaknya terjaga lebih dini, untuk minggat Dering yang mengelus kantong celananya, memberitahu, rindu...
Jan 14th
Sajak Entung
Di kelor ini aku adalah entung Pada rumah daun ini aku bergelayutan, dengan tetes-tetes embun aku berkawan Kadang angin-angin yang semilir datang menengokku, Hanya sekedar menggesek dedaunan dan seringkali mengabarkan berita cuaca Membawa oleh-oleh impian-impian tentang musim berganti Pun aku dapat teramat benci pada angin-angin itu, kala mereka hanya membawa dingin dan topan badai...
Jan 13th
Jantung
Jantung itu hebat ya Semula hanya sel, lantas berhimpun Dan setelah detak menghentak, takkan pernah dia berhenti, puluhan tahun Meski indah surga bawah sadarmu takkan membuainya dalam surut lelap Dia kan selalu bekerja, dan bekerja seperti berkata, “Hei! Bangun, mamalia!” Dan di sini, terjaga aku dalam malam, bertanya-tanya, Kapan engkau berhenti terjaga, untuk bersama...
Jan 12th
Janji
Dalam kemahatidaktahuanku Aku selalu percaya pada jalan-Mu Pada setiap lurus yang Kau gariskan Pada setiap lengkung yang Kau goreskan Pada setiap patahan-patahan Pada setiap sambungan-sambungan Pada setiap benturan-benturan Pada setiap belaian-belaian Aku selalu pecaya janji-Mu Bumi dan langit-Mu, Surga dan neraka-Mu, Kuasa-Mu, kemahatahuan-Mu Maka lindungilah kami juga...
Jan 6th
Bajingan
Aku mengutukmu! Sungguh, aku, kami mengutukmu! Bajingan! Engkau akan dimusnahkan di akhir jaman Tunggang-langgang Terkencing-kencing Dijadikan bulan-bulanan Seperti babi dijadikan buruan!
Jan 6th
Ugal-ugalan
Engkau berbelok, namun sedikit terlambat menengok BRAAK! Tiga puluh lima ribu melayang untuk juraganmu dan maaf Hanya itu Gusti masih menyayangiku Itu yang kupikirkan Tak peduli sumpah serapahmu
Jan 4th
Dokodemo
Doraemon, tolong, pinjamkan padaku Pintu canggihmu Bukankah mudah baginya membawaku ke mana saja? Nobita pernah bercerita Tolong, pinjamkan padaku berapapun kue-kue itu engkau minta, Aku hanya ingin bertamu ke dalam hatinya Sejenak sekedar menengok apakah rinduku, sungguh berlabuh di sana Tak akan lama dan tolong, berhentilah tertawa aku, tidak sedang bercanda
Jan 3rd
December 2008
5 posts
Singgasana
Bulan ratu bersembunyi lagi hari ini Hanya guratan-guratan putih yang dikuaskan awan yang membebaskan malam dari kelam, gelap, dan muramnya Mungkin deru nafas-nafas itu, yang bergulung-gulung dari gunung yang mengurung, terlalu mengerdilkan para penguasa langit, memasung para abdinya dalam kolong-kolong sempit Atau mungkinkah kedip cahaya-cahaya bumi terlalu menyilaukan untuk mereka?...
Dec 29th
Detak
Tik tak tik tak tik tak tik tak tik tak tik tak tik tak tik tak Apakah engkau mendengarnya, detak-detak itu? Entah dengan alasan apa, ia gigih, menghalangi kesunyian menemukan jalannya Tik tak tik tak tik tak tik tak tik tak tik tak Mungkin nanti, ketika lelah dan lelap menuntun suara perlahan mengedap, detak itu kan lantang berlagu dan bercerita tentang hari-hari,...
Dec 25th
Puja
Wahai pemilik siang dan malam Wahai penguasa kerajaan semesta alam Terlalu banyak puja terlimpah untuk selain-Mu Kekafiran kami, kemunafikan ini, telah menjelma teman yang mengiringi tapak-tapak perjalanan Wahai pemilik kehidupan Wahai nur keindahan Terlalu banyak perbuatan yang menistakan-Mu Kami terlalu lemah Kami terlalu ciut, pengecut untuk membela-Mu untuk menegakkan...
Dec 23rd
Kemprut
Terperosok ku dalam kubangan nista yang sama, yang tak pernah kutahu dalamnya Setiap kali kucari matahari, dia menganga menelan kembali, mencengkeram, membenamkanku makin dalam Geram Aku tahu, aku selalu tahu dia berhingga dan aku tahu, tanpa sayap apapun aku bisa terbang, aku dapat melompat, lepas, keluar dari tipu dayanya Entahlah Hingga kini, masih saja terperosok ku dalam...
Dec 22nd
Ragu (bagian 2)
Lelah setiap kali aku melukiskan senyum itu dalam setiap inchi tembok, pojok, ruang dalam hati, hanya sedikit balas yang sungguh berarti dan sejumlah besar pertanyaan-pertanyaan berlarian dalam benak, tak pernah henti Apakah untukku, senyum itu ada? Ragu ketika nanti kita berjalan melampaui semua garis-garis batas ini, mungkin senyum-senyum itu takkan tersungging hangat mengiringku,...
Dec 8th
November 2008
12 posts
Teka-teki
uflb uflj joj ubl nfncvuvilbonv vouvl nfnfdbilboozb lbsfob fohlbv ubiv blv kbuvi djoub qbebnv ebsj evmv uboqb uflb uflj (i love riddles and i gave you one)
Nov 30th
Sederhana
Itulah yang aku suka darimu, cukuplah dua kata, dan semesta, berganti warna Sederhana, seperti bait-bait kerinduan ini (sama nduk, aku juga)
Nov 28th
Lagu Kelabu
Sore, kelabu yang bergelayut rindu pada awan mendendangkan lagu, tentang hujan, tentang bias rintiknya yang tak lagi serupa lengkung indah tujuh warna Diamlah sejenak, bisikku pada jingga Coba dengarkan dia sebelum engkau meninggalkannya Lagu rindu persembahan kelabu … merdu … Meski sesekali terselip gerutu tidaklah menjadi berkurang sendu dan syahdu itu Dan haru yang...
Nov 26th
Membela Merah
Mengapa harus hitam? Bukankah merah adalah ketidakabadian yang indah? Hitam terlalu bias, kataku Bukankah sesungguhnya dia tidak ada? Hitam dunia itu palsu Mereka hanya berkata hitam untuk kelabu gelap nan pekat dan juga keburukan-keburukan Namun merah, merah itulah ada Tidaklah dia terlalu angkuh untuk menyerap segala cahaya Merah juga lemah hingga tak terlalu menyakitkan Namun...
Nov 23rd
Menunggu satu kata
Satu kata saja Kutunggu, selalu kutunggu terucap dari bibirmu Ketika udara membawanya ke dalam rongga-rongga jiwa, dia pun menjelma makna terindah dalam semua bahasa Satu kata saja Kurindu, selalu kurindu keluar dari mulutmu Ketika dia tercipta terenggutlah manis puisi-puisi seolah semua untaian kata adalah sepahit bratawali Satu kata saja Kutunggu, selalu kutunggu terucap dari...
Nov 21st
Untuk menyapaku
Tidurlah malam ini Biarkan saja langit nan muram sendu berlama-lama dalam tangisnya Katupkan sejenak duniamu hingga dia berhenti menyeretmu kembali dalam segala kepenatannya Tidurlah malam ini Eratkan selimut dan bisikkan doa Dia yang bersemayam di atas ‘Arsy akan menutupkan malam-Nya untukmu, hingga esok, pagi kan datang berseri-seri Semoga, untuk kita Tidurlah, Putriku Tak...
Nov 19th
Sinusoidal
Naik turun Ada lantas sirna Heran, riak ini menderau, entah dari mana Mencoba membaur dalam suara-suara yang bergaung-gaung pada dinding-dinding, hati Dalam suatu masa dia mencoba ingkar akan keberadaannya Dan sekejap satu dua tiga dia menyeru dengan tergesa-gesa Sinusoidal, si pakar berkelakar Aah, aku rada terlena ketika tiba-tiba harmonisasi baru tercipta Apakah...
Nov 17th
Seribu
Setengah hati itu berapa kilo? Rupamu! Dia mengumpat Sesungguhnya aku hanya bertanya berapa besar kesungguhanmu itu Jika setengah hatimu itu sebesar bumi dan langit, Jika setengah hatimu kau ijol duit lantas menjadi bermilyar-milyar mangkuk es cendol dan dapat menyenangkan mereka yang ikut pailit, gara-gara amerika pelit itu pailit, Maka kukira sudah cukuplah, setengah hatimu kuwi ...
Nov 10th
Aku
rukma itu permata, kata ayahku pada suatu senja terdiam sebentar, lantas dilanjutkannya sedangkan wira, adalah pahlawan, pejuang, perwira dan pratista, kau tahu artinya? dialah lurus, kukuh, kebenaran engkaulah, engkaulah permata hati kami, anakku berjuanglah untuk kebenaran, berdirilah dengan kukuh selalu ayah tersenyum dan beranjak pergi hari itu aku mulai belajar sesuatu, tentang diriku,...
Nov 7th
Daun
Daun itu melindungi, kataku Menghalau sengit sengat sang siang Menepis perih rintik sedih langit Sebelum gugur menyapa, dia kan selalu melindungimu
Nov 4th
Motif Kecut
Maafkan Maafkan Perasaan ini terduakan Mungkin aku tidak sungguh menginginkan laramu hinggap berpijak pada pundakku Gula-gula kata-kata yang menemanimu dalam gulana Mungkin hanya pemanis kepada hasrat untuk memiliki Dan sewajarnya aku ciut, kecut Karena mungkin, manis yang juga kukecap selama ini kan hilang berganti rasa
Nov 3rd
Ratu Malam Mati
Aku mencarimu di langit timur kala manusia mulai terlelap Kau tidak ada Aku mencarimu di langit barat kala mentari mulai terjaga Kau masih tidak ada Engkau meninggalkanku Dia pun tak mempedulikanku Haruskah aku berteman dengan kesendirian selalu
Nov 1st
October 2008
2 posts
Mengertimu
Ijinkan aku, mengertimu Mengintip sejenak jiwa mendengarkan seksama cerita hatimu Tentang mimpi diriku, cinta, kegalauanmu ikan, laut, kucing atau apa sajalah sesukamu, terserah Empat telinga dan tiga mata untukmu, bila kau butuh Menangis, bernyanyilah Lemparkan saja semua rasa semua keluh sebesar yang kau bisa Di sini, di sini aku kan setia mencerna setiap muntahan kata membaca...
Oct 30th
Kembara Santolo
Seratus lima puluh kilometer kutempuh gunung tinggi berkelok kulalui Aku mencari jawaban di santolo Aku melihat ribuan hektar sawah hijau dibangun dalam ketinggian yang menyeramkan membiarkanku terkurung dalam kekaguman Aku melihat sosok-sosok kecil dalam balutan putih biru berlarian menyongsong harapannya dengan senyuman tulus, mengajakku turut serta Aku melihat hamparan hijau teh dari puncak...
Oct 22nd
September 2008
4 posts
Ragu
Lelah andaikan aku tahu mungkin kan ku urungkan kembaraku Tak tahu kuasa bukanlah padaku sesuatu, menarikku maju Tak ada peta Tak ada marka Tak ada siapa-siapa Ragu entah mengapa entah kemana entah bagaimana Setidaknya, berilah aku kunci tuk akhiri perjalanan ini dan membuka gerbang hati
Sep 14th
Subuh Tadi
dan keheningan subuh, turut menggurat imaji dirimu, dalam hangat semburat cahaya pagi kehangatanmu yang menyeluruh membungkus dari jauh, memeluk sisa-sisa serpihan mimpi, lantas mendorongnya berarak pergi raga ini pun terduduk, tersentuh mencoba meraba jiwanya yang luruh, yang hanyut, dalam buai kasih yang penuh engkau membawaku kembali dalam utuh dan tak jua lama, segaris mata telah...
Sep 9th
si A dan si C
Ack! Ada yang salah dengan hati ini, dia mengingkari kebenarannya sendiri Bersumpah A walau dia C dan bacalah A, untuk Apati lalu C, terjemahkan sendiri
Sep 7th
Tidak dengan sederhana
Aku takkan mencintai-Mu dengan sederhana layaknya kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku takkan mencintai-Mu dengan sederhana layaknya isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada Aku ingin mencintai-Mu dengan luar biasa dalam tiap siang-Mu menghambakan enam indra untuk-Mu dalam tiap malam-Mu bercengkerama tentang...
Sep 2nd